JANGAN batasi pertemanan anak Anda. Sebuah studi menjelaskan bahwa anak laki-laki yang memiliki teman perempuan akan meningkatkan prestasi belajar di sekolah.
Salah satu hal yang terlihat dari studi tersebut adalah kinerja otak anak laki-laki akan menjadi lebih maksimal ketika ada perempuan di sekitarnya. Faktor hal tersebut terjadi terungkap bahwa anak perempuan memiliki tingkat konsentrasi dan motivasi yang lebih tinggi dibandingkan anak laki-laki. Makanya, ketika anak laki-laki di sekitarnya ada murid perempuan, dia akan secara tidak langsung termotivasi untuk sama baiknya dengan teman perempuannya.
Dikutip dari Daily Mail, Senin (13/11/2017), studi tersebut menganalisis lebih dari 200.000 anak berusia 15 tahun di sekolah umum (tidak berdasar alat kelamin) di seluruh dunia. Periset di Universitas Radboud dan Universitas Utrecht di Belanda menemukan bahwa sekolah dengan lebih dari 60 persen anak perempuan, sebagian besar siswa dengan orang tua berpendidikan tinggi dan sebagian besar guru berpendidikan tinggi, siswanya memiliki nilai yang lebih tinggi dalam tes membaca.
Waduh! Warga Desa di Lumajang Doyan Makan 'Semen'?
"Karena itu, anak laki-laki secara tidak sadar tampaknya terpengaruh positif oleh anak perempuan dalam hal nilai pelajarannya," kata peneliti.
Karakteristik yang lebih umum dikaitkan dengan anak perempuan memiliki tingkat konsentrasi yang lebih tinggi dan motivasi untuk berprestasi dengan baik. Hal ini dapat membantu menjelaskan pengaruh positif mereka di sekolah.
Studi tersebut mencatat bahwa proporsi guru berpendidikan tinggi dan susunan sekolah sosio-ekonomi tidak menguntungkan anak laki-laki lebih dari sekadar anak perempuan.
Penulis utama Dr Margriet van Hek, dari Universitas Utrecht di Belanda, mengatakan kepada Press Association, "Kami mengusulkan bahwa anak perempuan merasa lebih mudah untuk berkonsentrasi di kelas, tetapi juga mereka lebih termotivasi untuk membaca," ucapnya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa anak perempuan suka membaca lebih banyak dibandingkan anak laki-laki. Salah satu contohnya adalah kebanyakan anak perempuan itu menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca. lebih baik membaca dan membaca lebih sering di waktu senggang mereka.
VIRAL! Video Kocak Peserta Seleksi TNI saat Menyebutkan Nama Pahlawan Revolusi
Selain itu, membaca dianggap sebagai aktivitas feminin dan ini membuat anak perempuan lebih termotivasi dan sering menjadi pembaca.
Periset menemukan bahwa fakta ini membuat sekolah dengan lebih banyak anak perempuan, meningkatkan prestasi murid satu sama lainnya. Tak terkecuali pada murid laki-laki. Singkatnya, anak perempuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih merangsang atau produktif.
"Alih-alih berfokus pada 'kesuksesan' di sekolah, kita juga harus mengajari mereka bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik dalam bersikap sosial, menjalani hubungan, dan menjadi warga negara yang baik di sebuah komunitas," terang periset.
(Santi Andriani)