Ritual mengambil air sisa siraman juga masih sering dilakukan oleh ibu-ibu asli Jawa, selain untuk mendapatkan maknanya, ritual juga dilakukan agar tradisi dan budaya lestari serta terus terjaga, menurun hingga anak-cucu. Air siraman yang digunakan oleh calon pengantin wanita, terdiri dari tujuh rupa bunga, seperti melati, kenanga, mawar merah, mawar putih, sedap malam, cempaka, dan kantil.
2. 'Curi' bunga melati dari keris mempelai pria dan sanggul mempelai wanita
Masyarakat yang masih meyakini mitos 'pencurian' bunga ini ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada acara pernikahan, biasanya pengantin pria Jawa akan mengenakan sebilah keris dan mempelai wanita mengenakan sanggul. Keris yang dikenal sebagai senjata tradisional tersebut diselipkan pada pinggang, dengan hiasan rangkaian bunga melati yang indah dan harumnya khas.
Bagi sebagian besar masyarakat, mitos 'mencuri' bunga melati dari keris pengantin pria dan sanggul mempelai wanita, bisa membuat jodoh enteng. Jika Anda perempuan lajang dan ingin segera menikah, maka curilah sekuntum bunga melati dari keris pengantin pria. Sedangkan, bagi Anda seorang pria lajang, maka curilah sekuntum bunga melati dari sanggul mempelai wanita.
Namun, tidak boleh sembarang dalam mengambil bunga melati, Anda harus memastikan sang pengantin pria tidak mengetahuinya. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati ketika mengambil bunga, jangan sampai merusak rangkaian indah melati yang telah tercipta.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.