Advertisement
Advertisement

Perkembangan Teknologi Pangan Bisa Bantu Atasi Stunting di Masa Mendatang

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2017 |14:38 WIB
Perkembangan Teknologi Pangan Bisa Bantu Atasi Stunting di Masa Mendatang
Stunting (Foto: Foodthehungry)
A
A
A

"Sehingga diharapkan dan berbagi pengalaman antarnegara misalnya Korsel yang penduduknya banyak makanan tapi tak ada angka obesitas dan penyakit tak menular," kata Menkes.

Lebih lanjut, Menkes melihat APFF yang pertama digelar di Indonesia ini mengungkap cara pencegahan penyakit melalui intervensi lain seperti sosial budaya. Sehingga budaya makan itu berubah mulai dari sektor pangan rumah tangga yang divisualisasikan sebagai bentuk program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ke 34 provinsi di Indonesia.

Pendiri dan Presiden EAT Foundation Dr. Gunhild Stordalen memuji inisiatif Kemenkes RI untuk mengubah perilaku masyarakat agar lebih sehat.

"Hal tersebut sejalan dengan misi kami sebagai think tank informal yang mendorong stakeholders berani membuat terobosan sistem pangan berdasarkan target SDGs (Sustainable Development Goals) sebagai terobosan intervensi sistem pangan agar target kesehatan tercapai," ungkap Gunhild.

Selama penyelenggaraan APFF 2017 di Jakarta pada 30-31 Oktober, ia pun berharap diskusi informal berupa best practices intervensi sistem pangan memunculkan inovasi-inovasi bagi sekitar 500 peserta dari kawasan Asia Pasifik.

Selain pemimpin pemerintahan dan menteri dari berbagai negara, Asia Pacific Food Forum 2017 juga mengajak berbagai praktisi untuk berbagi pengalaman. Dukungan penuh pun ditunjukkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang membuka pertemuan ini, serta beberapa Menteri dalam kabunet kerja yang menjadi pembicara, yaitu Menkes RI Nila F. Moeloek, Menkeu Sri Mulyani dan Menko PMK Puan Maharani. Beberapa nama pejabat lainnya ikut memberikan solusi pangan bersama organisasi penggagas forum ini, EAT Foundation.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement