Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensasi Mencicipi Manisnya Air Lohot Hingga Pedasnya Bubur Lambuk Daik di Tanjung Pinang

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |20:43 WIB
Sensasi Mencicipi Manisnya Air Lohot Hingga Pedasnya Bubur Lambuk Daik di Tanjung Pinang
Mie Tarempa (Foto: Utami Evi Riyani)
A
A
A

Selain makanan khas Lingga, Fiesta Kuliner juga menampilkan berbagai hidangan dari ikan dalam stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri. Salah satu yang terkenal adalah kernas. Kernas terbuat dari campuran sagu dan ikan tongkol. Kemudian ditambah dengan bumbu dapur dan dibentuk menjadi bulat dan pipih sebelum digoreng. Kernas biasanya disajikan dengan sambal merah agar lebih lezat.

Ada pula mie tarempa, mie berwarna kuning dengan ukuran agak besar yang dicampur dengan ikan tongkol cincang. Ikan tongkol di dalam makanan ini memperkaya rasa dan membuatnya lebih menarik untuk dicicipi. Sebagai pelengkap, mie tarempa ditaburi dengan cabe cuka. Otak-otak juga menjadi salah satu makanan khas Kepri yang dipamerkan.

Selain kuliner dari ikan, festival yang didukung oleh Kementerian Pariwisata ini juga menampilkan beragam kue khas Melayu. Salah satunya adalah roti gendang yang kerap dijadikan oleh-oleh. Roti ini memiliki bentuk dan tekstur seperti makanan khas Sunda, combro. Hanya saja, roti gendang memiliki rasa yang manis dan diisi dengan ikan tongkol halus yang dicampur dengan cabai sehingga menghasilkan rasa pedas. 

Selain itu, ada beberapa kue lainnya seperti kue talam belaup. Kue ini memiliki warna putih gang dibuat menggunakan tepung beras, udang, canai, dan daun kunyit yang diiris kecil-kecil. Ada pula kole-kole, kue srikaya bertulang, kue dua sebilik, dan kusoi.

(Hessy Trishandiani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement