"Ini minuman para raja. Tidak ada yang menjual air lohot. Kita sedang mencoba mengembangkan air lohot agar bisa dinikmati masyarakat," ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Buralimar saat berbincang bersama Okezone di halaman Gedung Daerah Tanjung Pinang, Kepri, Jumat (20/10/2017).
Air lohot termasuk salah satu kuliner khas Kepri yang dipamerkan di acara Fiesta Kuliner dalam rangkaian Festival Bahari Kepri. Selain air lohot, makanan khas dari Daik, Lingga, yang bisa dicicipi dalam acara ini adalah lakse goreng dan bubur lambuk.
Lakse goreng merupakan mi yang dibuat menggunakam bahan dasar sagu. Kemudian digoreng dan diberi bumbu rempah khas Melayu. Warnanya bening dan teksturnya lembut, penampilannya hampir seperti kwetiau. Hanya saja ukurannya lebih kecil dan tidak pipih. Kemudian ditambah dengan daun selasih dan cabai untuk penambah rasa.
"Ini makanan khas orang Lingga," ucap Neli ali Musa, salah satu warga Lingga asli yang menjaga stand khas Lingga.