Sebagian besar waktu bayi digunakan untuk tertidur, sementara setiap dua setengah sampai tiga jam ia akan merasa lapar. Saat merasa lapar, bayi akan menyusui dengan bersemangat hingga kenyang dan membuatnya tertidur lebih lama.
Tidak apa-apa membiarkan bayi tertidur lebih lama, namun ibu harus tetap memperhatikan jadwal bayi menyusui. Atur waktu kapan saja bayi harus menyusui. Saat bayi masih tertidur dan tiba jadwalnya menyusui, maka bangunkan bayi demi memenuhi kebutuhan gizinya.
2. Setelah menyusui, ibu harus menunggu sampai payudaranya terisi kembali sebelum memberikan ASI lagi
Faktanya, ibu menyusui secara otomatis akan selalu menghasilkan ASI. Sebagian ibu memang dapat menghasilkan ASI yang lebih banyak daripada yang lain. Namun, semakin kosong payudara karena bayi sudah makan, maka semakin cepat tubuh menghasilkan ASI kembali.
Sementara saat payudara terisi ASI sampai penuh, maka produksi ASI akan melambat dengan sendirinya. Jika seorang ibu selalu menunggu sampai payudaranya terasa penuh ASI sebelum menyusui anaknya, tubuhnya akan secara otomatis memberikan pesan untuk memperlambat produksi sehingga produksi ASI akan berkurang.
3. Ibu juga harus minum susu supaya bisa menghasilkan susu