Pengelolaannya pun juga masih sangat tradisional, dari panen, pengupasan dan produksi, warga hanya menggunakan alat alakadarnya, tanpa ada mesin penggiling. Namun, sekira dua tahun terakhir, budidaya kopi di wilayah Wamena Kabupaten Jayawijaya, termasuk juga di wilayah lain di pegunungan Papua, mulai ada perhatian pemerintah dan pihak lain dengan pemberian bantuan mesin penggiling biji kopi.
Sili Gombo Ketua kelompok Tani Kopi di Kampung Tagulik Distrik Bugi Kabupaten Jayawijaya yang merupakan petani kopi binaan Kodim 1702/Jayawijaya salah satunya, mengharapkan jika kopi hasil panen masyarakat di kampungnya tersebut dapat dijual hingga keluar negeri.
“Selama ini ya dengan bantuan pemerintah daerah dan pihak lain seperti TNI/Polri, kami mengolah biji kopi dan menjualnya di berbagai swalayan yang ada di Wamena,” kata Sili.
“Sementara, untuk menjual hingga keluar daerah hingga sampai keluar negeri, kami belum bisa lakukan,”tambahnya.
Atas hal itu, dirinya bersama para petani kopi di wilayah tersebut, meminta pemerintah daerah untuk memberikan jalan distribusi hingga kopi Wamena yang gaungnya sudah luas tersebut, bisa di jual di pasar internasional.
“Ya paling ada yang membeli kopi kami terus menjualnya di luar sana, tapi dari kami sendiri belum ada. Kalau bisa kami juga di ajari untuk jual keluar sana,”ujarnya.