Peneliti mengaitkan risiko demensia dan alzheimer yang merupakan akibat dari gangguan tidur. Seperti insomnia, terbangun tengah malam, hingga mendengkur saat tidur yang mengganggu.
Studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa orang yang secara konsisten tidur lebih dari 9 jam setiap malam mengalami dua kali risiko terkena demensia dalam 10 tahun ke depan, dibandingkan dengan peserta yang tidur kurang dari 9 jam.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah tidur bisa membantu melindungi otak dari kepikunan atau sensitif, terhadap perubahan otak yang menyebabkan demensia. Demikian sebagaimana yang dilansir dari laman Zeenews, Senin (28/8/2017).
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.