Temuan menunjukkan, saat tidur sebenarnya otak bisa istirahat dari pekerjaan dan pikiran. Karena itu, tidur dengan waktu yang cukup dapat menurunkan risiko mengalami pikun.
Matthew Pase, Mahasiswa Doktoral di Boston University School of Medicine (BUSM) di Amerika Serikat mengatakan, ada banyak ciri-ciri bila seseorang mengalami demensia. Sekira 8% dari pengidap demensia juga memicu Risiko alzheimer.
Untuk penelitian ini, tim peneliti mempelajari 321 peserta berusia di atas 60 tahun. Para responden mengalami gangguan tidur setiap malam.