Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 28 Agustus 2017 |08:10 WIB
Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia
Ilustrasi (Foto: Zeenews)
A
A
A

Temuan menunjukkan, saat tidur sebenarnya otak bisa istirahat dari pekerjaan dan pikiran.  Karena itu, tidur dengan waktu yang cukup dapat menurunkan risiko mengalami pikun.

(Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Tak Selalu Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Malas Bangun Pagi di Akhir Pekan Termasuk!)

Matthew Pase, Mahasiswa Doktoral di Boston University School of Medicine (BUSM) di Amerika Serikat mengatakan, ada banyak ciri-ciri bila seseorang mengalami demensia. Sekira 8% dari pengidap demensia juga memicu Risiko alzheimer.

Untuk penelitian ini, tim peneliti mempelajari 321 peserta berusia di atas 60 tahun. Para responden mengalami gangguan tidur setiap malam.

(Baca Juga: OKEZONE STORY: "Tanda Lahir Ini Menutupi Seluruh Tubuhku, Mereka Tertawa Sambil Memanggilku Monyet dan Dalmatian")

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement