SEJARAH bangsa Indonesia memang tidak terlepas dari rempah-rempah. Negeri ini dianugerahi kekayaan alam yang sangat berlimpah dengan karet, lada, cengkeh, dan komoditas lain yang menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia.
Selain itu, bumi pertiwi juga diketahui menyimpan berbagai barang tambang seperti emas dan batu bara, serta memiliki iklim yang sangat bersahabat dengan pemandangan alamnya yang memesona.
Melihat hal tersebut, tidak mengherankan jika sejumlah negara di Eropa rela mengarungi lautan demi mendapatkan semua kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Ekspedisi pun dimulai.
Sejarah mencatat, pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal sepakat untuk menandatangani perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Saragossa. Isi perjanjian ini menetapkan garis anti-meredian atau garis sambungan pada setengah lingakaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari Kepulauan Maluku, di sekitar Guam, seperti dilansir Okezone dari berbagai sumber, Kamis (17/8/2017).
Berawal dari perjanjian inilah, semua negara di Eropa mulai berlomba-lomba mengirimkan ribuan armadanya ke wilayah Indonesia. Namun pada akhirnya, Belanda lah yang paling lama menjajah dengan kurun waktu 350 tahun. Selama masa penjajahan, setidaknya ada 5 jenis rempah-rempah yang paling diincar oleh para kompeni. Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.
Pala