MENAPAKI hari jadi yang ke-72 tepat pada 17 Agustus 2017, Indonesia bukan lagi disebut sebagai negara baru merdeka. Angka 72 menandakan usia matang dalam berpikir dan bertindak. Maka sudah selayaknya pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) kali ini, negara kian matang dalam mengambil sikap memberdayakan masyarakatnya.
Namun, Indonesia bukanlah bangsa kecil dengan masyarakat yang hanya seujung kuku. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah penduduk yang padat dimana-mana. Isu-isu sosial selalu mewarnai perjalanan bangsa yang belum sempurna ini. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, kemiskinan, kriminalitas, kekerasan, dan masih banyak lagi. Tekanan hidup seakan memenjarakan rakyat Indonesia sebagai individu yang berhak mendapat kebebasan memilih jalan hidupnya. Sebagai bagian dari bangsa ini, psikolog Indonesia memaknai kemerdekaan dengan cara yang berbeda, sebab mereka bergelut dengan masalah setiap personal. Berikut makna kemerdekaan menurut kedua psikolog ternama Indonesia.
Baca Juga: HARI MERDEKA: Ungkapan Hati Psikolog Tanah Air tentang Kemerdekaan, Bagaimana Nasib Anak-Anak?
Roslina Verauli