Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HARI MERDEKA: Kata Psikolog tentang Kemerdekaan, Masyarakat Harus Terbebas dari Tekanan Sosial dan Trauma Masa Lalu

Vessy Frizona , Jurnalis-Jum'at, 18 Agustus 2017 |15:09 WIB
HARI MERDEKA: Kata Psikolog tentang Kemerdekaan, Masyarakat Harus Terbebas dari Tekanan Sosial dan Trauma Masa Lalu
Ilustrasi (Foto: Thewellproject)
A
A
A

Bagi psikolog yang sering mengisi acara televisi ini, merdeka adalah hak asasi yang harus dimiliki setiap manusia. “Bahwa, jika setiap bangsa berhak atas kemerdekaan, artinya setiap individu harus bebas dari ‘penjajahan’.”

“Apakah secara pribadi kita sudah merdeka dari masalah masa lalu, trauma masa kecil, atau pola-pola primitif orangtua yang masih diadopsi? Sehingga semua itu memengaruhi gaya hidup, cara mengambil keputusan, dan pilihan masa depan,” tutur Roslina Verauli, MPsi. Psi, kepada Okezone.

Ia menyarankan untuk menjadi pribadi yang merdeka adalah mari kita benahi pola-pola primitif yang Anda tidak tahu itu benar atau salah. Caranya dengan mengidentifikasi pola-pola hidup yang diadopsi secara turun-menurun, lalu mencari tahu cara yang lebih baik, dan mempertahankan cara yang sudah baik.

Baca Juga: HARI MERDEKA: Dekorasi Merah-Putih untuk Pesta Ulang Tahun, Unik dan Pasti Semarak!

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement