Advertisement
Advertisement

Keliling Dunia Selama 90 Hari, Pilot Cantik Singgahi Bali

Keliling Dunia Selama 90 Hari, Pilot Cantik Singgahi Bali
A
A
A

Makna Persinggahan Kapten Shaesta Waiz

Pilihan Kapten Shaesta Waiz untuk singgah ke Bali memiliki banyak makna. Terutama bagi dunia penerbangan dan pariwisata Indonesia.

"Shaesta Waiz ini kapten pilot perempuan Afghanistan berkebangsaan Amerika Serikat. Bagi para penerbang Amerika, keamanan itu prioritas," kata Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul.

Pemilihan Bali sebagai salah satu rute persinggahannya sebelum melanjutkan penerbangannya ke Darwin, Australia, pada Kamis (17/8) itu juga semakin menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan tingkat keselamatan penerbangan yang baik, katanya.

Jika tingkat keamanan penerbangan Indonesia tidak baik, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tak akan merekomendasikannya ke Kapten Shaesta Waiz. "Kehadirannya di Bali juga bagus buat pariwisata kita tentunya," katanya.

Sementara Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio mengatakan Indonesia mendukung penuh persinggahan Kapten Shaesta di Bali sebagai salah satu destinasi pemberhentian penerbangan solo yang dilakukannya sejak 13 Mei 2017.

"Kementerian Perhubungan bersama 'stake holder' (pemangku kepentingan) terkait mendukung penuh misi Kapten Sheista ini," katanya.

PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, misalnya, menyediakan fasilitas gratis mendarat dan parkir pesawat dan PT Pertamina (Persero) memberikan fasilitas gratis pengisian bahan bakar kepada Kapten Shaesta.

(Baca Juga: Pria Bertopeng Keliling Dunia dan Dilamar 200 Wanita)

Sementara, Airnav Indonesia menggratiskan jasa pemanduan penerbangan selama pesawat Beechcraft Bonanza A36 yang dipiloti perempuan pilot pertama Afghanistan berkewarganegaraan Amerika Serikat ini berada di wilayah udara Indonesia, katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI memberinya kemudahan akomodasi selama berada di Pulau Dewata Bali untuk melakukan pengisian bahan bakar dan pemeriksaan pesawat sebelum bertolak ke Darwin, Australia, pada Kamis (17/8) pagi.

Sebagai anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Indonesia telah memenuhi rekomendasi ICAO kepada negara-negara anggotanya yang disinggahi pesawat kecil bermesin tunggal yang dipiloti Kapten Shaesta Waiz ini, kata Agoes. "Organisasi ini merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk membantu dan menfasilitasi misi Kapten Shaesta. Indonesia membantu," katanya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement