Advertisement
Advertisement

Keliling Dunia Selama 90 Hari, Pilot Cantik Singgahi Bali

Keliling Dunia Selama 90 Hari, Pilot Cantik Singgahi Bali
A
A
A

DENPASAR - Kapten Shaesta Waiz, perempuan pilot pertama Afghanistan berkewarganegaraan Amerika Serikat, mendarat di Pulau Dewata Bali dalam rangkaian penerbangan solonya keliling dunia.

Perempuan berparas ayu dengan rambut lurus melebihi bahu itu tiba di Bali pada Selasa malam, setelah menempuh penerbangan sepanjang 12.861 mil laut sejak meninggalkan Bandar Udara Internasional Daytona Beach, Florida (AS) pada 13 Mei 2017.

Pesawat Beechcraft Bonanza A36 yang dipiloti Kapten Shaesta Waiz mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai sekira pukul 20.17 WITA setelah menjelajahi angkasa lebih dari enam jam dari Singapura.

Misi penerbangan seorang dirinya mengelilingi lima benua itu dimaksudkan untuk mengampanyekan pentingnya kaum perempuan menguasai sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) serta dunia penerbangan.

(Baca Juga: Keliling Dunia dengan Kapal Pesiar, Solusi Tepat Habiskan Masa Tua)

Dalam acara temu media di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kapten Shaesta Waiz mengucapkan selamat kepada Indonesia yang tengah merayakan HUT Kemerdekaan Ke-72. "Dirgahayu Indonesia. Merdeka," kata perempuan berusia 29 tahun itu dalam Bahasa Indonesia, Rabu (16/8/2017).

Kapten Shaesta mengatakan dia bangga dengan Indonesia dan mendoakan bangsa dan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini semakin maju di mana kaum perempuannya semakin mencintai dunia penerbangan.

Kehadirannya di Bali ini merupakan yang kedua baginya setelah pengalaman pertamanya singgah beberapa jam di pulau yang merupakan destinasi utama pariwisata Indonesia ini tiga tahun lalu, katanya.

Dia meminta generasi muda Indonesia, terutama kaum perempuan, agar semakin tertarik pada bidang sains, teknologi, teknik dan matematika serta dunia penerbangan, dan tak pernah lelah dalam menggapai cita-cita mereka sesuai dengan minat dan bakat kuat mereka.

Dua Perempuan Pilot Indonesia

Dua perempuan pilot Indonesia hadir dalam acara temu media Kapten Shaesta Waiz. Kedua pilot perempuan dari Direktorat Kelaik Keudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan RI itu adalah Mediani Tiara dan Mediana.

Selain mereka, hadir pula Rita Nurharyanti, Manajer Urusan Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan Sehat AirNav Indonesia yang mengantongi sertifikasi sebagai investigator "Air Traffic Services" KNKT dan "Air Traffic Controller".

(Baca Juga: 5 Strategi Bisa Keliling Dunia di Saat Pensiun)

Ketiganya dihadirkan Kementerian Perhubungan RI untuk menunjukkan kepada Kapten Shaesta bahwa perempuan Indonesia telah cukup banyak yang berkiprah di dunia penerbangan.

Hadir pula dalam acara ini Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Yudhi Sari Sitompul. "Sebagai sesama wanita, saya turut bangga pada Kapten Shaesta atas misinya dan menjadikan Bali salah satu dari lebih dari tiga puluh destinasi pemberhentian penerbangan solonya keliling dunia," kata Yudhi dalam sambutannya di acara tersebut.

Makna Persinggahan Kapten Shaesta Waiz

Pilihan Kapten Shaesta Waiz untuk singgah ke Bali memiliki banyak makna. Terutama bagi dunia penerbangan dan pariwisata Indonesia.

"Shaesta Waiz ini kapten pilot perempuan Afghanistan berkebangsaan Amerika Serikat. Bagi para penerbang Amerika, keamanan itu prioritas," kata Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul.

Pemilihan Bali sebagai salah satu rute persinggahannya sebelum melanjutkan penerbangannya ke Darwin, Australia, pada Kamis (17/8) itu juga semakin menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan tingkat keselamatan penerbangan yang baik, katanya.

Jika tingkat keamanan penerbangan Indonesia tidak baik, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tak akan merekomendasikannya ke Kapten Shaesta Waiz. "Kehadirannya di Bali juga bagus buat pariwisata kita tentunya," katanya.

Sementara Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio mengatakan Indonesia mendukung penuh persinggahan Kapten Shaesta di Bali sebagai salah satu destinasi pemberhentian penerbangan solo yang dilakukannya sejak 13 Mei 2017.

"Kementerian Perhubungan bersama 'stake holder' (pemangku kepentingan) terkait mendukung penuh misi Kapten Sheista ini," katanya.

PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, misalnya, menyediakan fasilitas gratis mendarat dan parkir pesawat dan PT Pertamina (Persero) memberikan fasilitas gratis pengisian bahan bakar kepada Kapten Shaesta.

(Baca Juga: Pria Bertopeng Keliling Dunia dan Dilamar 200 Wanita)

Sementara, Airnav Indonesia menggratiskan jasa pemanduan penerbangan selama pesawat Beechcraft Bonanza A36 yang dipiloti perempuan pilot pertama Afghanistan berkewarganegaraan Amerika Serikat ini berada di wilayah udara Indonesia, katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI memberinya kemudahan akomodasi selama berada di Pulau Dewata Bali untuk melakukan pengisian bahan bakar dan pemeriksaan pesawat sebelum bertolak ke Darwin, Australia, pada Kamis (17/8) pagi.

Sebagai anggota Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Indonesia telah memenuhi rekomendasi ICAO kepada negara-negara anggotanya yang disinggahi pesawat kecil bermesin tunggal yang dipiloti Kapten Shaesta Waiz ini, kata Agoes. "Organisasi ini merekomendasikan negara-negara anggotanya untuk membantu dan menfasilitasi misi Kapten Shaesta. Indonesia membantu," katanya.

Sesuai rencana, pada Kamis pukul 07.00 waktu Bali, Kapten Shaesta Waiz dijadwalkan melanjutkan penerbangannya sepanjang 953 mil laut menuju Darwin, Australia Utara.

Dari Darwin, sesuai jadwal rute penerbangannya yang dipublikasi situs resmi Dreams Soar, organisasi yang dia dirikan, Kapten Shaesta akan menyinggahi Kota Cairns, Australia, sebelum bertolak ke Bandara Magenta, Kaledonia Baru, yang berjarak 1.215 mil laut.

Sebelumnya pada akhir Juli 2017, saat masih berada di Singapura, Kapten Shaesta menyempatkan diri mengunjungi Kota Batam guna mengisi sebuah seminar bertajuk perempuan dan profesi pilot di depan ratusan pelajar perempuan dari akademi sekolah penerbangan.

Perempuan pilot lulusan Embry-Riddle Aeronautical University (AS) ini sebelumnya berencana memulai misi penerbangan solonya itu dari Bandara Internasional Daytona Beach pada Musim Gugur 2016. Di bandara itu pula, dia akan mengakhiri penerbangan panjangnya ini.

Total jarak penerbangan yang dilakukan Kapten Shaesta Wais untuk mengelilingi lima benua seorang diri dengan menyinggahi 18 negara selama 90 hari itu mencapai sekitar 25 ribu mil laut.

Selain AS, di antara negara-negara yang disinggahinya adalah Kanada, Portugal, Spanyol, Italia, Yunani, Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Thailand, Singapura, Bali (Indonesia), Australia, Kaledonia Baru, Samoa Amerika, dan Kiribati.

Ada pun kota-kota AS yang dia darati dalam misi penerbangannya itu antara lain Columbus, Ohio, Grand Rapids, Michigan, Hilo, Hawaii, El Cajon, California, Phonix, Arizona, Kansas, Cincinnati, Washington DC, Atlanta, Georgia, dan Mobile, Alabama.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement