Menkes mengimbau agar orangtua, guru, dan anak mengetahui cara mencegah dan mengobati demam berdarah. Sebab, nyamuk penyebab demam berdarah bukanlah masalah sepele karena bisa menyebabkan kerugian besar pada penderitanya. (Baca Juga: Moms, Wajib Tahu Tips Cegah Demam Berdarah untuk Bayi Anda)
“Kita perlu memberdayakan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Hingga saat ini, masih cukup sulit memberikan pengertian kepada masyarakat tentang menjaga kebersihan. Tapi mau tidak mau kita harus mendorong mereka melakukan hal itu,” tambah Menkes Nila.
Nyamuk Aedes aegypti berasal dari jentik nyamuk yang kebanyakan berkembangbiak di air tergenang. Untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk perlu dilakukan beberapa cara seperti rutin membersihkan tempat penyimpanan air, membuat perangkap nyamuk, dan menanam tumbuhan pengusir nyamuk seperti lavender. (Baca Juga: Usai Kena DBD, Pasien Wajib Lakukan Ini!)
Selain itu, ada gerakan satu rumah satu jumantik yang berfungsi untuk mengontrol perkembangbiakan jentik nyamuk di lingkungan rumah. Cara lain yang masih diusahakan adalah pemberian vaksin demam berdarah. Namun, cara ini masih tahap uji coba karena demam berdarah memiliki empat jenis tipe sehingga tergolong sulit untuk mengaplikasikannya.
Selain di rumah, jentik nyamuk juga bisa berkembang biak di sekolah. “Salah satu alasan mengapa kegiatan ini dilakukan di sekolah karena ternyata jentik ataupun nyamuk penyebab demam berdarah banyak berkembangbiak di lingkungan sekolah. Hal itu dikarenakan ada hari libur di mana kurangnya kegiatan untuk membersihkan sekolah. Jadi ketika anak-anak masuk sekolah kembali nyamuk sudah berkeliaran dan bisa menggigit,” pungkas Menkes Nila.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.