APAKAH Anda pernah mengalami pusing, sakit perut, hingga demam setelah menyantap makanan? Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh rancun dan bakteri yang ada di dalam makanan.
Kasus keracunan makanan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Dari data yang dirangkum Okezone, sepanjang tahun 2016 setidaknya terjadi 34 kasus keracunan makanan di Indonesia.
BACA JUGA: 4 Obat Rumahan Mengatasi Keracunan Makanan
Lantas apa yang harus Anda lakukan agar terhindari dari virus atau bakteri penyebab keracunan makanan? Dilansir dari Mashed, berikut ulasan lengkapnya.
Buang peralatan makan yang retak
Semua orang pasti memiliki piring atau cangkir kesayangan. Peralatan makan ini biasanya digunakan secara terus menerus hingga terkadang mengalami keretakan pada beberapa bagiannya. Menurut Dr. Melvin Pascall, seorang dosen di Ohio State University, retakan pada piring ataupun cangkir bisa menjadi tempat hinggapnya bakteri-bakteri jahat.