Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Desti Seminora dengan kondisi seperti ini pihaknya bersama warga Desa Muntei menggagas Festival Panah Tradisional Mentawai untuk mewariskan budaya itu kepada generasi muda dan pemikat wisata di Desa Muntei.
“Festival ini diadakan untuk memperkenalkan tradisi memanah pada generasi muda Mentawai sekaligus untuk memikat wisata luar dan dalam negeri berkunjung ke daerah Muntei,” ujarnya.
(Baca Juga: Cantiknya Pulau Sipora Mentawai Jadi Spot Surfing Kelas Dunia)
Selain itu Desti juga menargetnya tumbuhnya usaha seperti kuliner, akomodasi, transportasi kalau sekaraang dengan adanya tujuh stan. “Saya lihat perkembangan untuk usaha saya lihat sebelum dibuka usaha ini sudah mencapai Rp1,5 juta itu hanya tiga jam belum tenda lain, ini terbukti festival berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Rencanaya tahun depan akan dibuat lagi dilokasi yang sama namun skala nasional, kalau bisa skala Internasional bisa mendatangkan pemanah tradisional dari negara lain ke sini. “Namun kita rembukkan dulu dengan masyaraka setempat,” ujarnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.