Kamar dekat kolam renang juga perlu dihindari karena selain lebih berisik dibanding area hotel lainnya, Anda pun bisa menghindari risiko berbahaya anak tercebur di kolam renang tanpa pengawasan.
2. Pasang tanda di pintu
Gantunglah tanda “Don’t Disturb” di pintu kamar. Jangan lupa juga menginformasikan ke housekeeper agar membersihkan kamar di jam tertentu saja, yang tentunya bukan jam tidur siang anak. Hal ini sangat penting, mengingat kurang tidur dapat mengakibatkan si kecil rewel atau malahan sakit. Apalagi jika tempat liburan Anda adalah tempat yang benar-benar baru didatangi dan si kecil belum familiar, risiko anak menjadi lebih rewel karena tidak bisa mudah tertidur cukup besar.
3. Minta minibar dikosongkan
Setiap hotel pada umumnya, menyediakan minibar yang sarat dengan berbagai jenis minum kaleng dingin, cokelat, dan kudapan lainnya. Saat traveling dengan anak, Anda bisa meminta minibar dikosongkan agar bisa digunakan untuk penyimpanan makanan dan minuman khusus si kecil.
Hal ini penting dilakukan, terutama bagi Anda yang bepergian bersama bayi dan masih menyusui. Minibar bisa difungsikan sebagai penyimpanan stok ASI atau bahan-bahan makanan untuk meracik MPASI. Apalagi mengingat Anda mungkin akan menginap selama beberapa hari, keberadaan minibar akan sangat membantu untuk mempertahankan keawetan stok ASI yang harus dimasukkan ke freezer.