Ie Bu Peudah mulai dimasak usai shalat dhuhur atau menjelang ashar di belakang Meunasah. Sebelum air dimasak dalam dua belanga besar, terlebih dulu belasan hingga puluhan kepala dikukur. Kelapa tidak diperas, namun langsung disatukan dengan bumbu lainnya dalam belanga.
Ketika air hampir mendidih, barulah 44 jenis rempah kering dan telah halus, dimasukkan dalam belanga besar. Tidak lupa pula garam ikut dibubuhkan dalam wadah bersama daging kelapa usai dikukur.
Kemudian, buah Ketela dimasukkan belakangan saat air dalam wadah bersama rempah lainnya mulai mendidih. Saat proses itu, masakan Ie Bu Peudah mengeluarkan aroma seperti minuman teh. Warna bubur tersebut juga menjadi lebih hijau kecoklatan.
Proses pembuatan Ie Bu Peudah memakan waktu sekitar satu hingga dua jam. Menu berbuka warga ini sudah dinilai matang ketika telah mengeluarkan aroma khas hingga mendidih. Tahun ini, Iskandar dan Ismail membuat masakan tersebut dengan satu belanga besar dan kecil setiap hari selama Ramadhan.