“Tiap Ramadhan selalu masak Ie Bu Peudah di Meunasah (Mushalla). Paling tidak bisa membantu warga yang sedang tidak ada makanan berbuka di rumah, bisa dibantu dengan ini,” kata Iskandar (28), salah satu koki Ie Bu Peudah di Gampong Lam Alue Rayeuk saat dijumpai Okezone.
44 jenis rempah sebagai bahan baku Ie Bu Peudah dikumpulkan sekitar sebulan menjalang bulan puasa. Dalam rapat gampong ditetapkan pada hari yang telah disepakati, seluruh warga laki-laki baik muda hingga tua harus ke kebun untuk mengambil bumbu yang dibutuhkan.
“Hari itu tidak boleh ada yang kerja, semua harus ke kebun bersama-sama untuk mengumpulkan rempah-rempah sebagai bumbu masakan Ie Bu Peudah,” sebut peracik Ie Bu Peudah lainnya, Ismail (50).
Sementara kaum ibu menunggu dirumah. Setelah rempah tiba di gampong, giliran para wanita gampong mengolahnya dari menjemur hingga menumbuk halus rempah tersebut. Proses penjemuran dilakukan tiga hingga empat hari. Tradisi ini telah berlangsung sejak lama.
Pembuatan Ie Bu Peudah dilakukan tidak sendiri. Tahun ini Iskandar dan Ismail bertugas menjadi peracik Ie Bu Peudah bagi warga gampong. Sebelum bulan Ramadhan kedua pria tersebut telah ditetapkan sebagai peracik kuliner tradisional itu dan diberi upah oleh pihak gampong.