Stephanie pun lanjut belatih koreo. Mengangkat kaki, tangan, kepala, berlari, berputar, sambil diiringi musik klasik atau orkestra. Cita-cita yang dulu sempat padam, kini mulai berkobar lagi. Percikan api membara menjadi semangat di dadanya.
"Balet adalah milik semua orang. Siap pun boleh menari, siapa saja bisa bercita-cita. Selama dia mau, tak ada yang bisa menghalangi. Saya hanya ingin semua orang terbuka memberi kesempatan kepada siapa saja. Sekarang saya mengajarkan balet kepada orang," sambung wanita 15 tahun ini.
Kini Stephanie dikenal sebagai penari balet pertama yang menggunakan hijab. Selain itu ia menekuni beberapa bidang seperti menyanyi, menulis, berpuisi, dan juga modeling. Talenta dan semangat Stephanie untuk balet mampu menginspirasi dan menarik perhatian banyak orang.
Meski menerima banyak pujian, ia juga menerima kritik. Stephanie kini sibuk juga di kegiatan sosial. Ia memberdayakan anak-anak.yang terlantar dan juga wanita dari berbagai latar belakang.
(Vien Dimyati)