JIKA berwisata ke kawasan Glodok, Jakarta Barat tak ada salahnya melipir ke Jalan Perniagaan. Di sana terdapat sejarah perkembangan masyarakat Tionghoa di Batavia atau Jakarta tempo dulu.
Suasana jalanan besar ini, penuh dengan gedung-gedung pertokoaan, yang bercampur dengan rumah penduduk. Toko klontong hingga restoran khas Tionghoa juga bisa ditemukan ketika blusukan ke Jalan “legenda” ini.
Penasaran ada apa saja di Jalan Perniagaan? Yuk simak rangkuman Okezone berikut ini.
Asal usul jalan Perniagaan
Saat zaman penjajahan Belanda, jalanan ini punya nama “Patekoan”. Awalnya, ada seorang Kapiten Tionghoa yang tinggal di kawasan ini bernama Gan Djie. Nah, sang istri suka menyajikan delapan poci berisi air putih bagi siapapun yang kehausan untuk warga sekitar. Sebab, zaman itu, belum banyak ditemukan pedagang makanan dan minuman, dan keluarga ini pun dikenal dermawan oleh masyarakat.
Dari sana, Patekoan yang berarti delapan poci menjadi nama jalan ini. Tetapi, asal usul jalanan ini juga masih samar, karena ada versi sejarah lainnya yang terjadi di tahun 1740.
Kala itu, ada delapan pendekar asal Tionghoa tewas setelah perang dengan Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier. Saat itu, Adriaan memerangi kaum China dengan melakukan pembantaian bagi yang memberontak. Lalu, jenazah ke delapan pendekar tersebut dikubur di kawasan kampung Patiekie.
Setelah kemerdekaan terenggut dari Belanda, nama jalanan ini pun berubah menjadi Jalan Perniagaan hingga saat ini. Dan, tidak ada makna di balik nama itu, jika diambil dari makna Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Perniagaan sendiri berarti perdagangan. Jadi sekarang hanya berbasis perekonomian karena kawasan di sana sudah padat toko.