JIKA menelusuri kawasan Kota Tua pasti Anda akan melihat Kali Besar sebelum masuk melalu pintu Kantor Pos. Kali ini sudah tak terlihat lagi karena sedang dibangun proyek transportasi DKI Jakarta.
Namun, ketika berjalan melewati kali menuju Stasiun Kota, traveller pasti melihat bangunan-bangunan tua di sana. Bangunan yang berjajar rapih itu merupakan saksi bisu para penjajah, seperti Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang yang saat itu rebutan lahan perekonomian di kawasan Kali Besar.
Ya, Kali Besar dulunya memiliki sebutan De Groote Rivier, di sana aliran kali yang besar dijadikan tempat jalur perahu-perahu yang membawa rempah-rempah menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Wajar saja kawasan ini menjadi rebutan, karena komoditi rempah di Batavia waktu itu dikuras kemudian dijual ke seluruh pelosok dunia.
Untuk membatasi perperangan, maka dibangunlah sebuah jembatan merah yang sekarang dikenal dengan Jembatan Kota Intan, untuk menjadi benteng pertahanan sekutu Inggris, yang beseberangan langsung dengan Belanda. Jembatan kayu itu hingga kini masih terlihat kokoh, dan ketika perahu hendak lewat, jembatan kemudian dinaikan.