Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengupas Sejarah Jalan Perniagaan Glodok

Tentry Yudvi , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2017 |20:46 WIB
Mengupas Sejarah Jalan Perniagaan Glodok
Jalan Perniagaan, Glodok (foto: Tentry Yudvi/Okezone)
A
A
A

SMAN 19 Jakarta

Tak jauh dari Rumah Keluarga Souw, terdapat sebuah bangunan tua khas Tiongkok yang dijadikan sebagai gedung sekolah SMAN 19 Jakarta. Di bagian depan terdapat sebuah gapura berwarna putih usang dengan atap melengkung dan lancip, yang punya warna merah usang.

Kemudian saat masuk ke dalam gedung, ada tulisan S.M.A Negeri XIX, gedung ini bernuansa arsitektur Eropa yang bercampur dengan suasana Tionghoa. Di bagian pos saja, bentuk atap juga sama dengan atap gapura.

Terlihat anak-anak sekolah yang belajar di sana didominasi dengan keturunan Tionghoa. Mereka pun, menjadikan tempat pelataran sebagai tempat menunggu jemputan dan tempat nongkrong.

Gedung tua ini ternyata punya banyak sejarah yang luar biasa, khususnya untuk komunitas Tiong Hoa di Batavia. Sejarah mencatat tanggal 17 Maret 1900, tempat ini menjadi lokasi orang terkemuka dari komunitas Tionghoa untuk mendirikan Tiong Hoa Hwee Koan (THHK), yang merupakan organisasi China pertama di masa Hindia Belanda.

Cerita demi cerita mengatakan jika, THHK tersebut menjadi sumber inspirasi pembentukan Budi Utomo tanggal 20 Mei 1908, sebab tujuan dibangunnya THHK ini karena ingin mengangkat identitas Tionng Hoa dengan menyebarkan agama Kong Hu Cu.

Kemudian di tahun 1907, THHK ini membuat sekolah untuk masyarakat Tiong Hoa dan pribumi di Batavia yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Kehadiran sekolah ini juga menjadi sekolah pertama yang modern di Hindia Belanda. Dari sana, THHK kemudian mendirikan lagi sekolah Pa Hua di Batavia, dan ada juga sekolah THHK di Tegal.

Sekolah Pa Hua diperuntukkan untuk masyarakat Tiong Hoa dan juga Pribumi untuk belajar bersama. Mereka belajar aljabar, aritmatika, adat istiadat dan budaya Tionghoa.

Perjuangan untuk mengenalkan masyarakat Ting hoa pun mendapatkan hasil dengan pengakuan Gubernur Jenderal Hindia Belanda di tahun 1928, yang meresmikan istilah “Tiong Hoa” dan “Tiongkok”.

Namun, pada kejadian G30SPKI 1965, THHK Pa Hoa dianggap bekerja sama dengan Baperki, oleh karena itu tanggal 6 April 1966, sekolah kemudian berubah nama menjadi SMAN 19 Negeri Jakarta yang diambil ahli oleh Pemerintah Indonesia.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement