PERTENGAHAN 2016, Indonesia dibuat heboh oleh peredaran vaksin palsu. Tak ada yang menyangka, banyak balita menjadi korban vaksin palsu yang didapat dari sejumlah bidan dan rumah sakit.
Kasus ini berawal dari penggerebekan gudang pabrik pembuatan vaksin palsu di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Pabrik tersebut memproduksi sejumlah vaksin palsu, mulai dari vaksin campak, polio, hepatitis B, tetanus, dan BCG.Vaksin palsu tersebut diperjualbelikan ke sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Selanjutnya, Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan vaksin palsu pada Juni 2016. Salah satu rumah yang digerebek adalah milik pasangan suami-istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina di kompleks perumahan elit Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Dari penggerebekan itu, penyidik menyita barang bukti berupa ribuan botol yang telah terisi cairan vaksin palsu. Sedangkan, tersangka lainnya berasal dari perusahaan distributor obat dan sejumlah dokter yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu tersebut.
Beberapa selang waktu, terungkap juga klinik bidan pemakai vaksin palsu di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Nama bidan E sempat tenar akibat peredaran vaksin palsu ini.
Polisi saat menggelar barang bukti vaksin palsu (Foto: Okezone)