Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Air Terjun Singunung Tingkat Tiga, Surga Tersembunyi di Pulau Siberut

Rus Akbar , Jurnalis-Sabtu, 19 November 2016 |10:18 WIB
Air Terjun Singunung Tingkat Tiga, Surga Tersembunyi di Pulau Siberut
Air Terjun Singunung, Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai (foto: Rus Akbar/Okezone)
A
A
A

Saat melintasi tujuh lintasan sungai, arah selanjutnya sudah mendekati perbukitan kicauan burung semakin ramai. Banyak pohon tinggi ukuran besar seperti meranti dan kruing akan menghiasi perjalanan. 200 meter sampai ke lokasi air terjun sempat dikejutkan bunyi aneh tidak seperti burung.

“Itu bunyi Bokoi Mentawai (beruk Mentawai) sedang melintas diatas pohon bersama dengan anak-anaknya,” tutur Ligi.

Bokoi Mentawai (macaca pagensis) merupakan beruk khas Mentawai yang saat ini sudah terancam punah dan dilindungi oleh UU. Menjelang 100 meter sampai di lokasi terdengar suara deru yang keras bunyi air terjun. “Itu dia yang berbunyi keras itu adalah air terjun, tidak lama lagi kita sampai,” timpal Ligi.

Apa yang dikata Ligi memang benar, tak lama perjalan akan tampak air terjun, sesaat sampai seperti terhipnotis keindahaannya. Pemandangan alam yang indah dan masih alami, sekeliling air terjun di selimuti oleh pohon-pohon yang berdiri kekar seperti menjaga dan melindungi air terjun tersebut.

Pada air terjun pertama ini memiliki ketinggian sekira 30 meter dan kembar dua, airnya ini dipisahkan oleh batu sehingga terbelah dua. Sementara diameter air terjun ini sekira 10 meter di dasarnya batu-batu besar dan kecil yang berwarna krem dan hijau akibat tertutupi lumut, dari atas akan nampak udang-udang berenang di dalam lubuk tersebut.

Di samping kiri dari air terjun tersebut ada dua cela batu besar merupakan sarang walet, banyak burung walet ini keluar masuk dalam cela batu batu besar, apalagi terdengar bunyi keras atau suara manusia, burung walet tersebut akan terbang keluar.

Pengunjung bisa mengambil napas panjang sambil duduk di atas batu dekat air terjun Singunung sambil mendengarkan irama bunyi air yang tiada berhenti. "Sungguh indah karunia Tuhan ini," kata Ligi dengan nada berbisik.

Kawasan air terjun ini kondisinya lembab, hampir setiap sudut areal air terjun ini ditutupi oleh pohon-pohon besar hanya sedikit cela terbuka. Meski masih pukul 13.00 WIB seperti sudah pukul 17.00 WIB apalagi kondisi mendung.

Perjalanan dilanjutkan ke air terjun bagian kedua dengan cara menaiki dinding bagian kiri air terjun kembar dua itu, memang ada jalan namun sangat berbahaya banyak batu-batu kecil yang bisa membuat terpeleset apalagi kondisinya dindingnya begitu curam.

Yang perlu diperhatikan daerah yang lembab akan banyak lintah, saat menelusuri ke tingkat dua ini banyak lintah-lintah yang menempel di daun. Untuk mengatasi lintah tersebut sediakan tembakau untuk di oles kepada pakaian dan tubuh agar tidak menghisap darah.

Ditinggal perjalanan akan menemukan beberapa pohon besar ukurannya sedesa drum ada jenis meranti dan ada juga kayu-kayu lainnya yang menghiasi perjalanan menuju ke lokasi tingkat dua.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement