TIRAMISU termasuk salah satu dessert yang kini banyak digemari pecinta dessert. Tapi nyatanya dessert yang khas dengan rasa kopi ini memiliki sejarah panjang yang masih misterius, bahkan hingga kini.
Menelusuri jalan di sekitar Manhattan Little Italy di malam hari, Anda akan disuguhkan pemandangan menarik ketika melintasi Ferrara Bakery & Cafe. Sebuah kafe yang berlokasi di 195 Grand Street, Italia. Di dalam kafe terlihat banyak pengunjung mengantre untuk bisa mendapatkan tempat duduk di salah satu kafe tertua di kawasan ini. Kafe sudah beroperasi sejak 1892 dan buka setiap harinya hingga tengah malam.
Kafe ini menawarkan berbagai menu makanan dan minuman. Untuk jenis minuman, ada tiga minuman andalan yakni amari, limoncello dan espresso. Biasanya minuman ini dinikmati sambil menyantap beberapa kue seperti sfogliatelle, cannoli, atau tiramisu. Ketiganya adalah ikon dessert khas Italia.
Untuk sfogliatelle, ini adalah jenis makanan penutup yang terbuat dari tepung semolina dan keju ricotta yang disajikan dengan campuran manisan kulit jeruk. Sfogliatelle termasuk dessert klasik yang mulai disajikan di Naples pada 1600-an. Sementara cannolis adalah hidangan khas Palermo yang terbuat dari bahan-bahan yang dipengaruhi Timur Tengah. Komposisi utama hidangan ini adalah air bunga jeruk dan kacang pistachio.
Dan satu lagi yang sudah familiar adalah tiramisu yakni sepotong kue berlapis yang terbuat dari keju mascarpone, sponge cake, savoiardi atau biskuit lady finger, kemudian dikucurkan espresso dan terakhir diberi taburan bubuk cokelat.
(Homecookingadventure)
Berbeda dengan sfogliatelle atau cannoli, tiramisu awalnya bukanlah makanan penutup yang dikenal khas Italia dan bahkan belum dikenal di industri kuliner Amerika sampai 1980-an.
Arti kata tiramisu sendiri mengacu pada arti gula, kopi dan kadang mengandung campuran minuman beralkohol. Di era 80-an tiramisu belum dikenal luas namun pada era 1985, kepopulerannya melesat tajam, bahkan menjadi salah satu dessert favorit di New York. "Mengapa dessert yang bahkan tidak pernah dikenal di New York tiga tahu sebelumnya, kini menjadi sangat populer," tanya Marrian Burros dalam artikel The New York Times pada 1985.
Pada masa itu tiramisu menjadi salah satu menu andalan di pinggiran kota New York seperti Front St. Trattoria, New Jersey. Kemudian beberapa tahun kedepannya tiramisu masuk sebagai daftar menu di Le Relais Plaza di Paris dengan nama biskuit mousse mascarpone.
Tiramisu kemudian menjadi bahan obrolan serius di berbagai kalangan pada tahun 1987 dan memasuki 1989 tiramisu jadi perbincangan sebagai dessert favorit bahkan di kalangan bangsawan.
'Tira me su' sebagai dipping dengan kue kering atau cookies
Tidak membutuhkan waktu lama setelah Lidia Bastianich membuka restoran, Felidia di Upper East Side pada 1981, tiramisu menjadi makanan penutup favorit semua orang. Karakteristik rasa tiramisu yang ringan mampu membius lidah pencinta dessert saat itu. Tidak perlu seorang superchef untuk membuatnya, Bastianich menambahkan membuat tiramisu sangat mudah.