BUTON adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sejarah kesultanan sejak beabad-abad silam. Hampir seluruh raja dan sultan Buton terpilih diambil sumpahnya dengan cara yang sakral dan unik. Salah satu prosesi yang penting dilalui setiap calon pemimpin adalah bersumpah di atas batu-batu pelantikan.
Dari sekira empat batu pelantikan yang ada di kompleks Benteng Wolio Kesultaan Buton, Batu Popaua adalah salah satunya. Batu tersebut berbentuk oval dengan lubang memanjang dan dalam membentuk lubang dalam setinggi lutut. Batu tersebut kini dipagari dan dilindungi atap agar dapat dilihat wisatawan.
La Ode Muhammad Adam Vatiq, pemuda keturunan sultan yang menjadi pemandu wisata di situs sejarah tersebut, mengakui bahwa batu tersebut terlihat serupa dengan kelaminta wanita. Meski tidak diketahui mengapa, ada sejarah yang membuatnya menjadi tempat setiap calon pemimpin Kesultanan Buton disumpah.
“Kesultanan Buton dipimpin oleh 6 raja dan 38 sultan sampai periode kemerdekaan. Selama itu, hanya ada satu pemimpin wanita yang juga menjadi pemimpin pertama di Buton, yaitu Raja Putri Waa Kaa Kaa,” tuturnya saat Okezone menemuinya di Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu silam.