"Sebelum merayakan Galungan, warga Bali melakukan pembuatan lawar, potong babi, ayam kemudian menyiapkan upacara berupa persembahyangan dengan keluarga, lalu mempersiapkan umbul-umbul (penjor)," paparnya lagi.
Setelah melakukan penampahan galungan, barulah masyarakat Bali merayakan Galungan atau hari lebaran umat Hindu.
Terakhir, selepas dua tahapan dilalui maka masyarakat Bali melakukan hari manis galungan yang sifatnya mengunjungi keluarga atau dikenal dengan silaturahmi.
"Di Galungan, masyarakat Bali wajib melakukan persembahan untuk ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta yang disebut Gebogan. Sementara, untuk buahnya bebas," tukasnya.
(Johan Sompotan)