INDONESIA memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Tentu ini seharusnya menjadikan negara kita sebagai pemasok bahan baku utama yang dapat dikonsumsi masyarakatnya sendiri.
Namun mengapa kuantitas impor bahan baku seperti tepung, kedelai, gula dan lain sebagainya masih tinggi? Rupanya ada sejumlah tantangan yang dihadapi para pemain industri bahan baku lokal.
Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengungkap beberapa kendala yang dihadapi para pemain industri bahan baku lokal, diantaranya karena keterbatasan pasokan logistik bahan baku utama.
"Kesulitan paling berat itu ada di hulu (bahan baku utama). Mengumpulkan logistiknya sampai keberlanjutan pemasok bahan baku," ucapnya dalam konferensi pers Food Ingredients Asia 2016 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (27/7/2016).
Yang dimaksud dengan hulu tersebut adalah pemasok bahan baku utama, seperti petani. Kemudian lahan yang digunakan untuk bercocok tanam juga sangat terbatas.
Belum lagi konsistensi kualitas bahan baku yang bisa berubah karena banyak kendala seperti dari cuaca dan lain sebagainya. Hal tersebut masih belum mumpuni, sehingga bahan baku impor tetap dibutuhkan.
"Sumbernya banyak sekali. Tapi keberlangsungannya itu susah. Saya pernah datangi industri puree buah di Jawa Timur. Saya berkunjung kesana dan ternyata mereka lagi stop produksi. Begitu saya tanya, mengapa berhenti. Katanya kekurangan bahan baku," terangnya berdasarkan pengalaman Adhi.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.