SUDAH menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki kekayaan akan rempah-rempah. Hal ini menunjukkan Indonesia berpotensi menjadi pusat industri bahan baku makanan dan minuman di kawasan Asia.
Dari data yang dihimpun, Industri makanan dan minuman merupakan sektor dengan kontribusi terbesar ekonomi Indonesia, yakni 5,5 persen dari produk domestik bruto nasional dan 31 persen dari produk domestik bruto industri pengolahan non-migas.
Kemudian peningkatan di industri makanan dan minuman terus membaik pada kuartal II 2016. Begitu pula dengan nilai investasi di industri ini, terus meningkat dan sudah mencapai sekira 8 persen.
Dengan populasi mencapai lebih dari 250 juta orang. Indonesia menjadi pasar yang menguntungkan bagi produsen makanan dan minuman.
"Potensi yang dimiliki Indonesia membuka peluang bagi industri makanan dan minuman sehingga harus dapat dimanfaatkan industri lokal untuk memperkenalkan berbagai keunggulan bahan baku makanan dan minuman yang dimiliki," ucap Nuri Andarwulan, Direktur Sout East Asian Food and Agricultural Science and Technology-SEAFAST Center, IPB di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (27/7/2016).
Untuk mengembangkan potensi bahan baku makanan dan minuman serta memperluas networking para pelaku industri lokal dan internasional. Digelar sebuah wadah seperti ajang Food Ingredients Asia (Fi Asia).
Kabar baiknya, melihat potensi dan kekayaan yang dimiliki Tanah Air. Indonesia kembali menjadi tuan rumah untuk keempat kalinya.
Event ini merupakan pameran niaga bahan baku berskala internasional dan akan menghadirkan lebih dari 650 supplier makanan dan minuman terkemuka di seluruh dunia.
Pameran akan digelar 3 hari pada 21-23 September 2016. Dalam ajang tersebut para produsen bahan baku lokal dan internasional dapat bertemu, menjalin hubungan baik hingga menciptakan inovasi pangan terbaru.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.