JAKARTA - Sariawan merupakan jenis penyakit yang terjadi di dalam rongga mulut. Benarkah sariawan dapat terjadi sebagai gejala penyakit HIV? Berikut info medis dari drg. Arni Maharani.
Sariawan, hampir setiap orang pernah mengalami hal ini. Sariawan dapat terjadi mulai dari anak-anak, orang dewasa, bahkan orang tua pun tidak luput dari derita rasa sakit ketika sariawan terjadi.
Sariawan yang disebut juga Recurrent aphthous stomatitis atau Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit dalam mulut yang bisa terjadi pada berbagi macam lokasi, seperti bibir dan pipi bagian dalam, lidah, maupun dasar lidah. Rasa sakit yang timbul akibat sariawan akan mengganggu seseorang ketika makan dan berbicara.
Sariawan adalah penyakit yang tidak menular. Menurut bantuknya, sariawan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu minor aphtae, mayor aphtae, dan herpetiform ulcers, dengan tampilan bentk oval atau bulat, bagian tengahnya berwarna putih kekuningan atau abu-abu, dan luka dangkal dengan bagian tepinya dikelilingi daerah yang kemerahan.
Kemunculan sariawan ini dikaitkan dengan beberapa hal, misalnya stres, obat-obatan, gangguan asupan nutrisi dan gizi, hormon, makanan dan cedera. Selain itu, beberapa penyakit juga dinyatakan berkaitan dengan sariawan yang terjadi, misalnya penyakit celiac, penyakit Crohn, sindrom Behcet, sindrom Auto-infammatory – seperti pharingitis, penyakit keganasan dan penyakit yang berhubungan dengan penurunan kekebalan tubuh atau immunodefisiensi .
Lalu, apakah sariawan bisa muncul sebagai tanda penyakit HIV?