Untuk membuktikan keberadaan G-spot, para peneliti dari Perancis yang terdiri dari Odile Buisson dan Pierre Foldes melakukan sebuah penelitian yang telah dipublikasikan oleh Journal of Sexual Medicine pada tahun 2009.
Dalam penelitian tersebut, Buisson dan Foldes melakukan pemeriksaan ultrasound terhadap vagina 5 orang wanita sehat yang menyatakan bahwa dirinya memiliki G-spot.
Dari penelitian tersebut diketahui bahwa saat dilakukan penetrasi vagina dan kontraksi perineum (seperti saat berhubungan seksual) terdapat perubahan pada pangkal klitoris yang berhubungan langsung dengan dinding depan vagina bagian bawah, yaitu tempat yang dipercaya sebagai lokasi G-spot.
Karena itu, mereka menyimpulkan bahwa G-spot mungkin sebenarnya merupakan bagian dari klitoris, yang terdiri dari kumpulan ujung-ujung saraf yang sangat sensitif.
G-Spot, Benar Ada atau Mitos?
Namun, pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari King’s College London dinyatakan bahwa G-spot sebenarnya tidak ada, baik secara fisik maupun secara fisiologis.