“Mengobati hipertensi pertama kali bukan dengan obat, tetapi lifestyle. Memang usaha ini serinf kali sulit dilakukan, tetapi ini telah terbukti. Pasien sebaiknya tidak dianjurkan diberikan obat macam-macam kalau belum mampu mengubah gaya hidup,” kata dr Tunggul Situmorang Sp.PD KGH, pada kesempatan yang sama.
Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Nani Hersunarti, SpJP, FIHA, yang juga hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menjadi pembunuh diam atau silent killer, yang hadir tanpa gejala dan tiba-tiba menimbulkan penyakit fatal.
"Kontrol tensi perlu karena risiko kematian akibat kardio naik dua kali setiap kenaikan tensi 20/10 mmHg. Sebaliknya, dengan penurunan angka sistolik hingga 10 menurunkan kematian akibat sakit jantung 30 persen dan kematian akibat stroke hingga hampir 40 persen," jelas dr Nani.
Tekanan darah yang normal yang telah disepakati adalah di angka 120/80 mmHg. Adapun ukuran prehipertensi saat tekanan darah berada di angka 120-139/80-89. Hipertensi tahap satu pada 140-159/90-99, kemudian tahap dua terhitung lebih dari 160/100.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.