Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Teratur Mengukur Tekanan Darah

Erika Kurnia , Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2015 |17:05 WIB
Pentingnya Teratur Mengukur Tekanan Darah
Pentingnya periksa tekanan darah (Foto: Wikybrew)
A
A
A

MENGUKUR tekanan darah secara teratur penting bagi mereka yang memiliki risiko hipertensi. Mengukur tekanan darah bisa dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki gaya hidup yang memicu hipertensi, seperti kebiasaan diet tinggi garam hingga stres tak terkontrol. 

Tekanan darah yang naik turun secara drastis melewati batas tekanan darah normal 120/80 adalah indikasi hipertensi yang perlu dikhawatirkan, kata Dr dr Yuda Turana SpS, selaku Wakil Ketua 1 Indonesian Society of Hypertension (InaSH). Mengetahui tekanan darah tidak hanya dengan dokter, tapi juga bisa dilakukan sendiri di rumah bila memang diperlukan.

“Kita dapat mengetahui tekanan darah harian atau Home Blood Pressure Measurement (HBPM). Ini dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah, dua kali sehari, saat pagi dan malam. Lakukan pengukuran dengan duduk tenang," jelasnya dalam satu kesempatan seminar berjudul “Know Your Number! Cegah Risiko Terkena Stroke, Serangan Jantung dan Gagal Ginjal” di Jakarta.

Pemantauan tekanan darah secara teratur harus diikuti dengan modifikasi gaya hidup. Menghindari rokok, kafein, gaya hidup sedentari, dan diet tinggi garam adalah beberapa cara untuk mencegah atau mengatasi hipertensi, sebelum lebih jauh mendapat bantuan pengobatan.

“Mengobati hipertensi pertama kali bukan dengan obat, tetapi lifestyle. Memang usaha ini serinf kali sulit dilakukan, tetapi ini telah terbukti. Pasien sebaiknya tidak dianjurkan diberikan obat macam-macam kalau belum mampu mengubah gaya hidup,” kata dr Tunggul Situmorang Sp.PD KGH, pada kesempatan yang sama.

Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Nani Hersunarti, SpJP, FIHA, yang juga hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menjadi pembunuh diam atau silent killer, yang hadir tanpa gejala dan tiba-tiba menimbulkan penyakit fatal.

"Kontrol tensi perlu karena risiko kematian akibat kardio naik dua kali setiap kenaikan tensi 20/10 mmHg. Sebaliknya, dengan penurunan angka sistolik hingga 10 menurunkan kematian akibat sakit jantung 30 persen dan kematian akibat stroke hingga hampir 40 persen," jelas dr Nani.

Tekanan darah yang normal yang telah disepakati adalah di angka 120/80 mmHg. Adapun ukuran prehipertensi saat tekanan darah berada di angka 120-139/80-89. Hipertensi tahap satu pada 140-159/90-99, kemudian tahap dua terhitung lebih dari 160/100.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement