"Banyak kejadian ajaib di sini. Kalangan sudra yang kaya, memaksa untuk membakar jenazah kerabatnya di atas panggung untuk kalangan brahmana dan satri. Tapi banaspati raja yang menunggu areal ini marah. Kalau sudah begitu, prosesi Ngaben harus diulangi dari awal,"ungkapnya.
Apa yang diutarakan Anak Agung Ngurah Putra ini terlihat dari prosesi Ngaben tersebut. Meski ada empat ada lima ritual Ngaben dilaksanakan pada hari yang sama. Hanya dua jenazah yang dibakar di atas panggung. Yaitu Anak Agung Biang Rai dan Anak Agung Gede Jambe dari Pure Jambe.
Ritual Ngaben ini sendiri menyedot perhatian ratusan wisatawan mancanegara yang turut menyaksikan peristiwa langka tersebut.
“Ini merupakan yang pertama kalinya saya melihat prosesi untuk orang meninggal. Apalagi ini merupakan ritual keluarga kerajaan. Saya sangat terkesan dan istimewa bisa melihat langsung,” kata Natalie, wisatawan dari Australia.
Sejumlah ruas jalan ditutup sementara untuk memberikan kemudahan dalam prosesi pelebon tersebut.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.