TAK sekadar mengenyangkan perut, kegiatan menyantap hidangan kini menjadi budaya yang semakin kompleks, seperti ajang bersosialisasi lewat obrolan santai bahkan serius. Ini yang mendasari tiga sekawan, Dani Anggoro, Aldo dan Rumin untuk membuat rumah makan bergaya Jawa, Angkringan Joglo.
Selepas kelulusan dan mengadu nasib ke Ibu Kota pada 2010, Dani dan Aldo yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, kangen dengan kebiasaan makan yang dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol santai di kedai angkringan di seputaran Yogyakarta.
"Lebih karena kangen ya, dulu pas masih kuliah hampir setiap hari kita makan di angkringan sambil ngobrol, ngumpul-ngumpul sama teman-teman. Ya kangen sama makanannya, juga kangen sama suasananya," kenang Dani Anggoro ketika berbincang dengan Okezone di Angkringan Joglo yang berlokasi di Kampung Utan, Ciputat, Tangerang Selatan.
Bersama dengan temannya yang orang Jakarta, Rumin, tiga sekawan ini pun memutuskan membuka usaha tempat makan bertema angkringan. Beruntung memiliki lahan yang luas, Dani mengaku tidak ingin hanya sekadar memarkirkan gerobak angkringan di pinggir jalan, seperti angkringan yang banyak dijumpai. Mereka pun memilih membangun joglo, rumah khas Jawa. Sebuah gerobak khas angkringan tetap ada untuk menaruh sate-satean, nasi kucing dan beberapa hidangan lainnya.