Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Cerdas Tak Bisa Dilihat dari Nilai Akademik

Raiza Andini , Jurnalis-Jum'at, 18 April 2014 |17:58 WIB
Anak Cerdas Tak Bisa Dilihat dari Nilai Akademik
Anak cerdas (Foto : Google)
A
A
A

CERDAS secara akademik belum bisa membuktikan bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan secara keseluruhan. Seto Mulyadi berpendapat bahwa anak yang hanya mengedepankan aspek kognitif, kurang tepat dikatakan cerdas.
 
Pria ramah berusia 62 tahun yang sayang terhadap anak-anak itu mengatakan, anak pintar di segi kognitifnya saja tidak memiliki keberanian untuk melawan sesuatu yang dianggapnya salah. Namun jika anak tersebut cerdas dalam berbagai aspek, dia akan vokal dan apa pun yang ada di hadapannya akan ditanyakan.
 
“Jangan menilai tingkat kecerdasan anak dari segi kognitif dan akademiknya saja, anak itu bisa digali kecerdasannya. Dari sana, kita melihat minat dan bakatnya,” terangnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.
 
Selain itu, kurangnya pendidikan akan nilai-nilai luhur akan membuat anak sulit untuk berkomunikasi antar sesamanya. Pendidikan normatif sejak dini, sangat penting diterapkan kepada anak. Sehingga dia mampu memiliki kecerdasan ganda dari segi akademik dan bagaimana berperilaku dengan orang lain, baik yang sebayanya maupun lebih tua.
 
“Anak juga bisa dikatakan cerdas jika dia memiliki kemampuan olah vokal dan kreativitas tinggi tentang berbagai hal. Jadi, bekal yang penting itu sebetulnya pendidikan nilai luhur dan norma,” tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement