Mengusung tema "Bageur ka Danau, Bageur ka Urip", festival ini membawa pesan kearifan lokal Sunda tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup di sekitarnya.
Selain itu, penyelenggaraan acara ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Cigombong, Pemerintah Desa Watesjaya, Bhumi Pasa Hijau, Danone Indonesia dan KEK MNC Lido City.
Dalam puncak festival ini, ribuan pengunjung disuguhkan berbagai atraksi budaya dan edutainment dalam puncak acara pada hari ini, di antaranya parade rakit berhias kreasi warga, pentas seni budaya lokal, Pasar Bageur, bazar ikan nila hasil budidaya masyarakat, hingga talkshow tata kelola danau berbasis kolaboratif.
Tak sampai disitu, anak-anak juga turut difasilitasi melalui arena Kids Eco-Corner sebagai ruang edukasi lingkungan, disertai Pojok Sejarah Lido dan diseminasi hasil inovasi olahan pangan berbasis perikanan darat.
Sebelum memasuki acara puncak, rangkaian festival telah diawali dengan sejumlah pra-event berbasis partisipasi publik. Rangkaian tersebut meliputi aksi bersih Danau Lido, Sekolah Lingkungan Lido, kreasi keramba, lomba inovasi olahan ikan nila, hingga paket wisata kerakyatan bertajuk Ngider Lido Sapuluh Rebu.
(Agustina Wulandari )