dr. Dian menuturkan bahwa hal itu bisa saja sering terjadi atau bahkan jarang pada seseorang. Sebab, respons usus, pola makan, hormon dan sensitivitas pencernaan setiap orang berbeda-beda.
“Orang dengan IBS (Irritable Bowel Syndrome atau sindrom iritasi usus) juga bisa lebih mudah mules dan ingin BAB setelah makan,” ujar dr. Dian.
Meski demikian, dr. Dian juga menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak otomatis menjadi indikator bahwa tubuh sehat. Hal itu dikarenakan frekuensi normal orang dewasa dalam BAB berkisar di tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu.
“Selama feses normal, tidak nyeri, dan tidak ada keluhan lain, umumnya aman. Tapi kalau disertai diare menetap, darah pada feses, nyeri berat, atau berat badan turun tanpa sebab, jangan diabaikan. Kesehatan pencernaan bukan cuma soal frekuensi BAB!” pungkas dr. Dian.
(Djanti Virantika)