Advertisement
Advertisement

Kemenkes: Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2026 |10:05 WIB
Kemenkes: Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen
Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Jakarta Naik Lebih dari 26 Persen. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di DKI Jakarta mengalami peningkatan hingga lebih dari 26 persen. Peningkatan terjadi dibanding dua hingga tiga tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5 persen.

Hal tersebut diketahui dari hasil evaluasi Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat melakukan monitoring dan evaluasi program pemberantasan TBC di Kecamatan Taman Sari, Jakarta, bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, delapan Puskesmas, serta sejumlah rumah sakit, termasuk RS Pelni, RS Sumber Waras, dan RS Cengkareng.

Ilustrasi tuberkulosis. (Foto: Drobotdean/Freepik)

1. Upaya Pencegahan TBC

Benjamin pun mengapresiasi peningkatan cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta yang telah mencapai lebih dari 26%. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemajuan penting dalam memperkuat upaya pencegahan TBC.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa upaya penanggulangan TBC di Indonesia selama ini relatif baik dalam pengobatan pasien. Meski demikian, aspek pencegahan melalui pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan masih perlu diperkuat.

“Selama ini kita cukup baik dalam mengobati pasien TBC. Tantangan kita adalah pencegahan. Jika ditemukan kontak erat yang berisiko tertular, mereka harus segera dilacak dan diberikan obat pencegahan, sementara pasien yang sudah sakit langsung diobati. Dengan begitu, kasus baru bisa dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit,” ujar Benjamin dalam keterangan resminya.

2. Tantangan

Menurutnya, pelacakan kontak erat TBC di Jakarta masih memiliki tantangan. Khususnya karena banyak masyarakat memiliki aktivitas pekerjaan di luar rumah. Maka dari itu, perlu adanya strategi kolaboratif antara pemerintah pusat Puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah wilayah.

Apalagi, Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempercepat eliminasi TBC.

“Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari Puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” tambahnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement