Jantung Bisa Berhenti saat Olahraga Berat, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan

Agustina Wulandari , Jurnalis
Kamis 05 November 2026 11:05 WIB
Ilustrasi jantung berhenti saat olahraga. (Foto: dok pvproductions/Magnific)
Share :

“Dua, kalo umur 40 tahun ke atas atau punya darah tinggi, gula, kolesterol, atau ngerokok. Cek kesehatan lengkap ke dokter, termasuk jantung. Buat nentuin porsi olahraga yang aman,” katanya.

3. Jangan abaikan gejala saat berolahraga

Nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar tidak biasa merupakan gejala yang tidak boleh diabaikan ketika sedang berolahraga. “Tiga, kalo pas olahraga nyeri dada, sesek, atau deg-degan gak biasa. Jangan dipaksa lanjut periksain ke dokter,” ungkap dr. Cecep.

Pertolongan Pertama saat Seseorang Alami Henti Jantung

Selain melakukan pencegahan, penting juga mengetahui langkah pertolongan pertama ketika melihat seseorang tiba-tiba terjatuh atau tidak sadarkan diri saat berolahraga.

Dokter Cecep mengingatkan untuk terlebih dahulu memeriksa respons dan pernapasan orang tersebut. Jika tidak merespons saat dipanggil serta tidak bernapas normal atau hanya megap-megap, segera minta orang lain menghubungi layanan darurat.

“Terus harus gimana kalo ada yang ambruk di depan kita? Cek dulu. Kalo dipanggil gak nyaut, dan gak nafas, atau megap-megap, minta satu orang nelpon nomor darurat. Telentangin, terus tekan tengah dadanya dalam dan cepet. Gantian neken sampai bantuan datang,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya