ASAP kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak perlu melakukan langkah perlindungan diri untuk mengurangi risiko paparan asap.
Dokter spesialis paru dan pernapasan (pulmonolog) yang aktif berpraktik di Kalimantan Tengah, dr. Itna Warnida, Sp.P, FISRD, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap asap karhutla sekadar gangguan yang membuat napas terasa tidak nyaman. Asap tersebut mengandung partikel dan zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting. Namun, perlindungan diri juga perlu disertai kebiasaan menjaga kecukupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperhatikan asupan vitamin dari sumber makanan alami.
Lantas, apa saja langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama karhutla masih berlangsung?
Untuk mengurangi paparan partikel halus, masyarakat dapat menggunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah. Masker medis atau masker kain umumnya tidak memberikan tingkat perlindungan yang setara terhadap partikel asap berukuran sangat kecil.
Selain menggunakan masker yang sesuai, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap sedang pekat. Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti informasi kualitas udara serta arahan petugas setempat.
“Kita perlu melindungi saluran pernapasan dengan menggunakan masker untuk menyaring partikel berbahaya semaksimal mungkin, meskipun perlindungannya tidak bisa mencapai 100 persen,” ucap dr. Itna.
Selain menggunakan masker, menjaga kecukupan cairan juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. dr. Itna mengingatkan masyarakat agar tidak mengalami dehidrasi dan memastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi.
Tubuh memiliki mekanisme pertahanan alami pada saluran pernapasan, termasuk silia atau rambut-rambut halus yang membantu menggerakkan lendir dan mengeluarkan partikel yang terperangkap. Menjaga hidrasi membantu mendukung fungsi normal tubuh, termasuk saluran pernapasan.
Karena itu, minumlah air secara teratur sesuai kebutuhan. Kebutuhan cairan dapat berbeda-beda, bergantung pada usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan cuaca. Meski demikian, minum air yang cukup tidak dapat menetralkan racun dalam asap atau menggantikan kebutuhan untuk mengurangi paparan polusi.
“Kita juga tidak boleh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Kita harus cukup minum. Mengapa? Karena di saluran pernapasan kita terdapat silia, yaitu rambut-rambut halus yang membantu mengeluarkan partikel berbahaya. Agar mekanisme ini dapat bekerja seoptimal mungkin, tubuh harus mendapatkan cairan yang cukup,” jelas dr. Itna.
“Kecukupan cairan juga penting agar organ-organ tubuh dapat berfungsi dengan baik,” lanjutnya.