JAKARTA - Terlalu sering menunduk saat melihat ponsel, bekerja di depan laptop, hingga terpapar sinar matahari setiap hari ternyata bisa memengaruhi kondisi kulit leher. Seiring waktu, kebiasaan tersebut dapat membuat garis-garis halus, warna kulit tidak merata, dan tanda-tanda penuaan lainnya lebih terlihat.
Kondisi yang dikenal sebagai tech neck ini menjadi salah satu masalah kulit yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang banyak menghabiskan waktu di depan layar.
Melansir E! Online, perawatan kulit leher sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika tanda-tanda penuaan mulai terlihat. Eunice Louis-Jacques, perawat terdaftar, membagikan sejumlah cara untuk merawat leher agar tampak lebih halus dan terjaga kesehatannya.
Tech neck merupakan istilah untuk garis-garis horizontal pada leher yang dapat terbentuk akibat gerakan berulang, seperti terus-menerus menunduk saat menggunakan ponsel, tablet, atau laptop.
Menurut Louis-Jacques, kebiasaan menunduk berulang kali bisa membuat lipatan pada kulit semakin terlihat dan bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, paparan sinar matahari sehari-hari juga bisa mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Salah satu cara paling mudah untuk mengurangi kebiasaan menunduk adalah mengangkat ponsel hingga sejajar dengan mata. Saat bekerja menggunakan laptop, usahakan posisi layar juga tidak membuat kepala terus menunduk.
Jangan lupa mengambil jeda secara berkala untuk memperbaiki postur tubuh, terutama jika harus duduk dan menatap layar dalam waktu lama.
Posisi tidur menyamping atau tengkurap dapat menekan kulit wajah dan leher selama berjam-jam. Tekanan berulang ini berpotensi membuat lipatan kulit semakin terlihat.
Perawatan kulit sebaiknya tidak berhenti di bagian rahang. Leher dan area dada atas atau décolletage juga perlu mendapatkan perhatian karena sama-sama terpapar sinar matahari dan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Kamu bisa memperluas penggunaan pelembap dan tabir surya yang sesuai dari wajah hingga ke leher dan dada atas.
Menurut Louis-Jacques, perawatan leher bisa dimulai sejak dini. Pada usia 20-an, misalnya, kamu dapat membangun kebiasaan menggunakan tabir surya dan produk perawatan yang mengandung antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari dampak paparan lingkungan.
Memasuki usia 30-an dan 40-an, produk dengan kandungan retinoid dan peptida dapat dipertimbangkan untuk membantu memperbaiki tampilan garis halus, tekstur, dan kekencangan kulit.
Namun, penggunaan bahan aktif perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Retinoid, misalnya, dapat menimbulkan iritasi pada sebagian orang sehingga sebaiknya digunakan secara bertahap.
Salah satu langkah terpenting dalam merawat kulit leher adalah menggunakan tabir surya secara rutin. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat mempercepat munculnya kerutan, perubahan warna kulit, dan tanda-tanda penuaan lainnya.
Louis-Jacques menyarankan penggunaan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 setiap hari. Produk ini sebaiknya digunakan pada wajah, leher, dan dada atas, termasuk ketika cuaca mendung atau saat tidak sedang berlibur di pantai.
Jika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, aplikasikan ulang tabir surya secara berkala sesuai petunjuk produk. Pilih tekstur yang nyaman agar kamu lebih mudah menggunakannya secara konsisten.
Tabir surya tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari losion ringan, formula cair, hingga stik. Kamu bisa memilih jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi kulit.
Jadi, dengan perawatan yang konsisten, kulit leher tetap terjaga kelembapan dan kesehatannya seiring bertambahnya usia.
(Agustina Wulandari )