Termasuk memastikan telur dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan atau salmonelosis.
Salah satu sumber paparan yang perlu diwaspadai adalah telur mentah atau setengah matang yang terkontaminasi bakteri tersebut. Gejala infeksi dapat berupa diare, demam, nyeri perut, dan muntah.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan dehidrasi, terutama ketika cairan tubuh banyak hilang akibat diare dan muntah. Pada bayi, risiko infeksi perlu mendapat perhatian lebih karena kondisi tubuhnya masih berkembang.
Apabila bayi mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang berisiko terkontaminasi, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis. IDAI menegaskan bahwa telur sebenarnya merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.
Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan. Telur yang dimasak hingga matang memiliki keamanan pangan yang lebih baik dibandingkan telur mentah atau setengah matang.
Proses pemasakan yang tepat juga membantu meningkatkan daya cerna protein telur. Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima makanan tambahan.