Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan dua eksperimen terhadap orang dewasa berusia 18–35 tahun. Pada eksperimen pertama, sebanyak 94 peserta menggunakan masker mata saat tidur selama satu minggu, kemudian menjalani kondisi pembanding selama satu minggu berikutnya tanpa menghalangi cahaya menggunakan masker mata.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta memiliki kemampuan lebih baik dalam mempelajari dan mengingat informasi baru setelah tidur menggunakan masker mata. Mereka juga menunjukkan peningkatan kewaspadaan pada hari berikutnya.
Dokter Adam menjelaskan bahwa penelitian tersebut membandingkan kemampuan orang yang tidur menggunakan masker mata dengan mereka yang tidak memakainya. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan memori dan psikomotor orang yang menggunakan masker mata lebih baik.
“Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan memori dan psikomotor orang yang menggunakan masker mata itu lebih baik,” tulisnya.
Menurut dr. Adam, manfaat tersebut diduga berkaitan dengan perbedaan gelombang tidur. Fase tidur gelombang lambat merupakan bagian dari tidur non-REM yang berperan dalam berbagai proses pemulihan tubuh dan fungsi otak.