Sementara itu, songpyeon dapat menggunakan isian seperti madu atau biji wijen, bergantung pada variasinya. Menurut Chef Luvita, kemiripan tekstur tersebut membuka peluang bagi peserta untuk mengeksplorasi perpaduan rasa tanpa kehilangan karakter masing-masing makanan.
Selain itu, penggunaan buah-buahan lokal juga menjadi salah satu cara peserta memasukkan unsur Indonesia ke dalam kreasi dessert mereka.
Menurut Chef Luvita ada beberapa peserta yang mengusung konsep serupa. Namun, perbedaan teknik, keseimbangan rasa, dan eksekusi akhir bisa membuat hasilnya berbeda.
Karena itu, ia berharap para peserta bisa menikmati proses kompetisi sekaligus berani mengeksplorasi kemampuan mereka.
“Kompetisi itu kan untuk mengukur our capacity, itu sejauh mana. Dan pastinya terlepas menang atau kalah nanti setelah selesai juga kita akan menjadi orang yang lebih better,” ujarnya.
(Agustina Wulandari )