Laporan Grand View Research yang dikutip dalam rilis tersebut memproyeksikan nilai pasar premium chocolate global mencapai US$40,6 miliar pada 2030. Pasar tersebut diperkirakan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 4,3 persen selama periode 2025–2030.
Pertumbuhan tersebut antara lain dikaitkan dengan berkembangnya produk artisan chocolate, budaya kafe, serta meningkatnya minat terhadap produk berbahan kakao dengan karakter yang lebih spesifik.
Di Indonesia, perkembangan specialty café, artisan bakery, hotel, dan restoran premium turut membuka ruang bagi eksplorasi dessert dengan berbagai pendekatan, termasuk penggunaan cokelat sebagai bahan utama.
Sementara itu, sejumlah produsen cokelat juga mulai memperkuat edukasi bagi pelaku industri pastry dan bakery melalui pelatihan teknik pengolahan serta pengenalan karakter bahan.
Bagi konsumen, perkembangan tersebut pada akhirnya membuat pilihan dessert semakin beragam. Tidak hanya soal tampilan yang menarik, pengalaman menikmati rasa, tekstur, serta kualitas bahan menjadi bagian yang semakin diperhitungkan dalam tren dessert saat ini.
(Khafid Mardiyansyah)