JAKARTA - Kamu pasti sudah familiar dengan jeli, agar-agar, dan gelatin. Dessert manis nan lembut ini biasanya punya varian rasa, mulai dari cokelat hingga buah yang segar. Hidangan penutup ini juga sering dilengkapi dengan kuah kental atau sering disebut vla. Ketiganya seringkali dianggap sama karena hasil olahannya terlihat mirip.
Namun, ternyata jeli, agar-agar, dan gelatin sebenarnya punya perbedaan, mulai dari bahan dasar hingga teksturnya. Yuk, cari tahu perbedaannya!
Dalam penggunaannya, istilah jeli cukup luas karena produk ini bisa dibuat dengan berbagai bahan pembentuk gel, seperti gelatin, karagenan, pektin, atau konjak. Tekstur jeli juga tidak selalu sama karena bahan pembentuknya bisa berbeda.
Jeli biasanya dikenal sebagai makanan penutup dengan tekstur kenyal, lembut, dan terkadang sedikit elastis. Produk jeli instan juga tersedia dalam berbagai rasa dan sering ditambahkan potongan buah.
Berbeda dengan jeli, agar-agar berasal dari ekstrak rumput laut dan alga merah. Makanan ini memiliki tekstur yang lebih padat dan kokoh dibandingkan jeli. Ketika dimakan, agar-agar cenderung mudah patah atau terputus.