JAKARTA - Sedang haid tetapi ingin berenang? Kamu mungkin pernah dengar anggapan kalau darah haid akan berhenti ketika kamu berada di dalam air.
Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar, lho. Haid tetap berlangsung meskipun kamu sedang berada di dalam air. Hanya saja, aliran darah yang keluar bisa lebih sedikit dibanding biasanya.
Ketika berada di air, darah haid memang tidak mengalir sebanyak biasanya. Namun, bukan berarti darahnya berhenti.
Tekanan air membuat aliran darah dari vagina menjadi lebih lambat untuk sementara. Karena itu, kamu tetap memerlukan perlindungan agar darah haid tidak bocor. Terlebih, jika kamu ingin berenang dalam waktu yang cukup lama atau sering keluar masuk air.
Dilansir dari Healthline, ada beberapa pilihan perlindungan yang bisa kamu pilih saat berenang. Kamu bisa sesuaikan pilihan tersebut dengan kesehatan dan kenyamananmu sendiri.
Tampon menjadi salah satu pilihan yang praktis untuk digunakan saat berenang. Produk ini dipasang di dalam vagina sehingga tidak terlihat dari luar dan tidak mengganggu aktivitas di air.
Namun, tampon perlu diganti secara berkala. Pilih tingkat daya serap paling rendah yang sesuai dengan kebutuhan dan pastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum memasangnya.
Menstrual cup juga bisa menjadi alternatif ketika ingin berenang saat haid. Berbeda dengan tampon yang menyerap darah, menstrual cup menampung darah haid.
Produk ini dapat menampung lebih banyak darah dan dapat digunakan kembali. Meski begitu, penggunaan menstrual cup mungkin membutuhkan waktu untuk terbiasa.
Saat ini juga ada pakaian renang yang dirancang khusus untuk digunakan selama haid. Produk tersebut memiliki lapisan perlindungan dari kebocoran sehingga pengguna tidak harus mengandalkan produk menstruasi tambahan.
Meski praktis, pakaian renang khusus menstruasi biasanya memiliki harga lebih mahal dan belum tentu cocok untuk menstruasi dengan aliran darah yang sangat deras.
Pembalut dan pantyliner sebenarnya bukan pilihan yang ideal ketika berada di dalam air. Pasalnya, kedua produk tersebut dirancang untuk menyerap cairan. Ketika digunakan di kolam atau laut, pembalut juga akan menyerap air, sehingga bisa muncul rasa tidak nyaman.
Perekat pembalut pun belum tentu dapat menempel dengan baik pada bahan pakaian renang. Akibatnya, pembalut bisa bergeser atau bahkan terlepas.
(Agustina Wulandari )